Showing posts with label Kreativitas Anak. Show all posts
Showing posts with label Kreativitas Anak. Show all posts

Cara Mudah Mengatasi Anak Sulit Makan



Bermula dari banyaknya pertanyaan yang sama dan mirip di fan page "Dunia Aretha" seputar masalah anak sulit makan atau minum susu. Rasanya jari ini sudah sedikit lelah untuk mengetik hal yang sama. Dan untuk efisiensi akhirnya saya coba rangkum berbagai pertanyaan dan jawabannya disini.

Memang masalah "Anak susah makan atau minum susu" merupakan hal klise dan banyak orang mengalami, termasuk saya sendiri dengan dua anak yang tentunya masing-masing punya karakter berbeda dan unik. Meskipun masalah yang biasa, namun perlu ditangani serius karena makan memiliki tiga fungsi yang baik, yaitu pemenuhan kebutuhan gizi dan energi, edukasi dan entertainment.

Masing-masing anak perlu pendekatan berbeda tapi konsepnya sama, dan terbukti si adik yang awalnya sama sekali tidak mau minum susu formula (sampai 2 th lebih masih tetap ASI, padahal saya sendiri bekerja sehingga secara gizi perlu tambahan makanan / minuman yang lain) sekarang dengan lahap meminumnya bahkan memintanya, begitupun juga nafsu makannya menjadi lebih bagus. Sedangkan si kakak, meski nafsu makan tidak sebagus sang adik, tapi mengalami perkembangan yang signifikan.
Salah satu teknik andalan saya adalah menggunakan sugesti alam bawah sadar pada saat menjelang tidur, atau ada yang bilang Hypnosleep (biasanya dipelajari di Hypnoparenthing)

Berikut saya coba rangkum beberapa pertanyaan dan jawaban di page Dunia Aretha:


Mang Srie Adiez (May 26 at 2:53pm)
Bun,, baby saia baru 2bln,,tapi susah banget mau mimik asi kalau ga dibujuk digendong ga mau dia netek,,, trus saia udh coba kasi asi lewat dot,,cuman dia ga mau . .kira2 gimana ya bund caranya ngajarin baby pake dot ??biar mau . . .

Dunia Aretha - Jendela Informasi Buah Hati Kita(May 26 at 3:22pm)

Bunda ...saya pun mengalaminya. Coba telaten, dan pada saat mau tidur bunda bisa  mensugesti si kecil untuk minum pake botol, dengan diajak ngobrol sambil nina bobok.
-----
Dhyan Dwi Gmc (May 20 at 7:19pm)
bunda aq mo tanya,umur anakq 1 thn tpi ko mknny susah bgt setiap hr jdi g prnh mkn,susu formula jg g mau,cuma mi2 asi.gmna bunda solusinya??truz blm bisa jln.?


Dunia Aretha - Jendela Informasi Buah Hati Kita


Yg bunda Dyan alami sama persis adiknya Aretha, cara praktis yg saya lakukan adalah menggunakan hypnosleep (sugesti alam bawah sadar ketika si kecil dalam kondisi mau tidur), sambil terus dicoba memberikan susu formula dan makanan lain secara bertahap.
 ------

Dan berikut saya coba rangkum history percakapan di page Dunia Aretha dengan salah satu fan page:

Wizi Zapawi (March 21 at 9:50pm)
asslmu'alaikum bntu sy donk bun,sy pny ank umr 1,5thn ankny lki2.tp bun ank sy tdk mau mkn,mknan jnis appn it,
Dunia Aretha - Jendela Informasi Buah Hati Kita ( March 21 at 11:32pm)
Hmmmmm....saya paham..tentu bunda sangat kuatir ya..?
Apa sudah dicoba dikenalkan berbagai makanan secara bertahap bunda?
Secara bertahap itu artinya sesuai umurnya..pd saat 6 bulan...mulai ddilatih dengan yg halus-halus terlebih dahulu dan kemudian bertahap agak kasar dan seharusnya seusia 1.5 th sudah bisa dikenalkan makanan sama seperti yg ayah bundanya makan
Pada saat menyuapi, coba buat suasana semenyenangkan mungkin bagi anak, misal sambil jalan2 atau bermain.
Dan buat makaanan semenarik mungkin dengan nerbagai alternatif.
Bunda juga bisa menambahkan vitamin yg mengandung LYSINE untuk merangsang nafsu makan.
Bisa jadi pemicu anak bunda...masih tidak mau makan karena terlalu nyaman "nenen".
Coba sedikit demi sedikit kurangi "nenen"nya mulai di saat2 jam sibuknya anak bunda (misal siang hari.. ketika si kecil lebih sering bermain) dan kemudian bertahapa sama total tidak "nenen".
Pada saat meneyetop si kecil dari "nenen"...memang si kecil akan cenderung rewel, bunda tetep bisa tunjukkan ke si kecil kl bunda sayang sama si kecil meski si kecil tidak boleh "nenen". Contohnya..ganti saat2 si kecil nenen deng baca cerita atau memijat si kecil.
Untuk konsultasi gizi, alangkah baik kalo bunda ke dr gizi...jd selain tahu bagaimana menghadapi si kecil juga minta tips2 menyajikan makanan dng menarik. Cobaain ya bund...


Wizi Zapawi (March 21 at 10:19pm)
spy sy tdk kutir lg dgn knds ank sy yg dmn sy jd bingug.tlg bntu sy y bun,trmaksh...!!!

Dunia Aretha - Jendela Informasi Buah Hati Kita (March 21 at 11:38pm )
Nah...paralel dengan cara-cara seperti comment sy seblumnya... Bunda juga bisa mencoba cara unik tapi InsyaAllah kalo dilakukan dengan tekun dan benar cukup efektif y- dng HIPNO SLEEP.

Pada saat si kecil mau tidaur, di saat trance (antara fase sadar ke tertidur lelap) coba bunda bisikkan kata2 sugesti positif seperti ini "Mulai sekarang, dede ..... suka minum susu botol dan suka makan nasi dan sayuran".

        Atau dengan cara ini..
        http://artikel.duniaaretha.com/2011/07/sugesti-positif-untuk-alam-bawah-sadar.html


        Cobain ya bud... Semoga berhasil.

Wizi Zapawi (March 23 at 11:32am)
asslm'laikm bun,bun mau tny nich emgny g ad cra lain y bun slain HIPNO SLEEP.ank sy klu dbskkn kat2 dtlgay mlah bgun.

Dunia Aretha - Jendela Informasi Buah Hati Kita ( March 23 at 6:17pm)
Coba yang tanpa membangunkan bunda..
Sama seperti mau nina bobok dedek saja... Sambil nina bobok diberi sugesti positif. ˆ⌣ˆ
Wizi Zapawi (8 March 23 at 1:41 am)
ap prlu dpks bun klu ngsh mkny?sy smpi bgung bun mghdpi ank sy in,klu g mkn ank sy it msuk agin.tlg sy donk bun.

Dunia Aretha - Jendela Informasi Buah Hati Kita (March 23 at 6:06pm)
Coba..konsultasi ke dr gizi saja bund...
Biasanya mereka punya tips..yg lebih manjur dan mungkin akan dikasih resep.

Dan pastikan anak makan dengan senang hati (memaksa anak makan bukanlah jalan yang tepat bund...bahkan bisa jadi boomerang kelak).

Wizi Zapawi (April 8 at 3:36pm)
siag bund,sy mau ucpkn mksh ni,brkat nasht ibu ank sy skrg mau mkn!bu,ksh sran yg lain y untk ank2 kit.mksh y bu!

Dunia Aretha - Jendela Informasi Buah Hati Kita (April 8 at 4:01pm )

Si :D(y)º°˚ ˚°º Si :D(y)...
Sama2 bunda...itu semua juga berkat bunda yang telaten dan positif thinking serta selalu berusaha.
Apalah artinya sebuah saran kalu tidak ada yg melakukan.. Bukankah begitu? ˆ⌣ˆ

---------------
Ketika membaca postingan ibu Wizi Zapawi di page Dunia Aretha, sungguhlah lega..karena bisa berbagi tips yang sebenarnya sederhana dan semua ibu-ibu pasti bisa melakukannya. Hanya saja memang perlu ketelatenan, sabar dan juga kreatif.
Secara garis besar berikut tips mengatasi anak sulit makan:
  • Pertama siapkan mental ibu terlebih dahulu, bahwa masing-masing anak berbeda dan tidak ada masalah yang tidak terpecahkan. Sesulit apapun masalahnya pasti bisa terselasaikan, jadi siapkan mental dengan wadah super besar kesabaran dan kreatifitas dan tetap "positive thinking."
  • Untuk bayi, kenalkan makanan secara bertahap sesuai umurnya.
  • Buat makanan semenarik mungkin
  • Buat anak senyaman mungkin, kalau perlu diajak sambil bermain atau jalan-jalan.
  • Buat jadwal rutin kapan anak makan besar dan makan ringan, jadwal yang rutin akan memudahkan anak memprediksi apa yang harus dilakukan sehingga membuatnya lebih nyaman.
  • Buat anak-anak yang sulit makan, coba beri vitamin penambah nafsu makan yang mengandung LYSINE.
  • Apabila anak masih sulit makan dan terindikasi kurang gizi, cobalah minta bantuan ahli (dokter atau ahli gizi).
  • Paralel melakukan langkah-langkah di atas, coba beri sugesti anak di saat menjelang tidur menggunakan teknik Hypnosleep. Pada saat fase antara sadar dan lelap, ucapkan kata-kata sugesti positif (bisa sambil disentuh lembut telinganya), seperti : "Adik mulai besok suka makan nasi, sayur dan ikan". Lakukan berulang kali sampai anak tidur dan ulangi besoknya. Teknik ini juga bisa digunakan untuk masalah - masalah anak yang lain, seperti mengurangi kemarahan, dll.
Sesuatu yang sudah tertanam dalam alam bawah sadar akan lebih mudah dilakukan bahkan bisa dilakukan tanpa kita sadari. Jadi ingin anak makannya mudah, beri dia sugesti dan tanamkan ke alam bawah sadarnya bahwa "Dedek menyukai makan apapun, sayuran, buah, ikan, telur dan lainnya".

Selamat mencoba dan semoga berguna.


Salam,
Mama Aretha


Dunia Aretha
Cara Mudah Mengatasi Anak Sulit Makan Baca selengkapnya...

Makna Tahun Baru Buat Si Kecil

Pernahkah bunda coba bertanya ke si kecil akan makna tahun baru?...
Yang muncul adalah jawaban lugu dari mereka… “Tahun baru itu menyenangkan, banyak yang jual terompet…ada pesta kembang api, mercon, bakar-bakaran, dll…”
Terus..tahun baru itu apa? “Tahun yang baru…” (jawab si kecil…#?#..)
Apa yang akan dilakukan setelah tahun baru? “Bermain kembang api..” ##?#

Di negara kita, tahun baru ternyata ada banyak sekali loh..kok bisa ya..?! Untuk penanggalan Masehi pergantian tahun adalah 1 Januari, tapi masih ada lagi lho sistem penanggalan yang lain. Umat Islam punya penanggalan Hijriah berdasar perhitungan peredara bulan. Ada juga tahun baru Saka buat umat Hindu serta ada juga tuh pergantian tahun baru Tionghoa yang biasa kita sebut Imlek. So..yang penting adalah esensi dari pergantian tahun tersebut, bagaimana kita memaknai pergantian tahun itu untuk menjadi lebih baik lagi untuk tahun mendatang.

Pernahkah bunda terbesit bagaimana caranya mengajari makna tahun baru, sehingga tahun baru tidak sekedar untuk berhura-hura tapi lebih kearah waktu untuk lebih introspeksi diri apa yg sudah dilakukan 1 tahun ke belakang, lebih bersyukur apa yang telah di dapat, dan mencoba merencanakan apa saja yang ingin dicapai di tahun depan dan bagaimana mencapainya.

Memang, namanya anak kecil sesuatu identik dengan BERMAIN. Mereka mengartikan jika tahun baru maka saatnya bermain kembang api dan meniup terompet, dan itu merupakan hal yang menyenangkan.

Berikut tips memeperkenalkan makna tahun baru menjadi sesuatu yang positif ke anak :

1. Ceritakan akan makna tahun baru dan ajak si kecil berfikir apa yang sudah dilakukan dan apa yang ingin mereka lakukan.
Di sela-sela, mereka bermain bunda bisa coba cerita dan bertanya ke mereka “Apa itu tahun baru”, “Apa yg sudah dilakukan di tahu lalu”, “Apa yang membuat si kecil menyesal”… (misal sering marah sama mamanya, teriak-teriak, dll..), “Apa yang ingin mereka lakukan besok”… Lakukan dengan santai dan bergembira atau bisa dengan cara dongeng sebelum tidur, pasti si kecil menyukainya. Apabila si kecil sudah SD, apa yang mereka inginkan bisa ditulis dan ditempel di meja belajarnya.

2. Biarkanlah mereka menikmati kemeriahan tahun baru.
Meniup terompet dan bermain kembang api (asal yang aman ya bund…) merupakan hal yang menyenangkan buat mereka dan dengan bermain, apapun alat permainannya akan membuat mereka berkembang lebih pintar.

3. Ajak si kecil bersyukur.
Ajaklah si kecil sudah bersyukur dengan apa yg didapat” (misal ada mama papa yang sayang, adik kecil yang lucu, teman-teman yang baik, dll),

4. Ajak mereka untuk bertoleransi.
Pada saat mereka bermain terompet atau kembang api, ajarkan mereka untuk melihat sekeliling. Misal mereka harus memperhatikan adakah orang yang istirahat atau sedang sakit.

5. Ajarkan ke mereka arti tanggung jawab.
Setelah perayaan tahun baru identik dengan sampah dimana-mana. Ketika mengajak si kecil merayakan tahun baru, coba ajarkan tentang tanggung jawab seperti buang sampah pada tempatnya.

6. Beri contoh si kecil.
Ingatlah bunda… “Anak adalah peniru ulung”, jadi untuk memaknai tahun baru ke hal yang lebih bermakna positif mulailah dengan diri bunda dan lingkungan terdekat dan anak akan lebih mudah menerima dan menirunya.

Bunda….. tahun baru tidak selalu identik dengan yang baru, tapi sebagai pengingat kita bahwa “Kita masih punya waktu dan tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang BAIK dalam hidup kita, waktu akan terus berjalan, tidak peduli apa yang kita lakukan dan kita tidak tahu sampai kapan sisa hidup kita.”

So bunda… GO AHEAD…mulailah dengan diri sendiri, keluarga dan anak-anak tercinta. Ajarkan ke mereka hal-hal yang positif dan mereka pun akan memaknai hidup mereka dengan penuh makna ^_^

Salam, 
Mama Aretha


Dunia Aretha
Makna Tahun Baru Buat Si Kecil Baca selengkapnya...

Si Kecil Suka Bermain Kotor? Siapa Takut?

bermain pasirSi kecil suka bermain kotor? Bermain lumpur? Bermain pasir? Dunia anak-anak adalah dunia bermain dan sesuatu yang kotor biasanya akan menarik perhatian anak.

Bermain kotor  selain mengasyikkan juga mempunyai banyak manfaat. Berikut Dunia Aretha coba merangkum dari berbagai sumber manfaat berkotor-kotor ria..^_^

Meningkatkan kekebalan tubuh
Tidak perlu panik dan khawatir akan kesehatan si kecil. Memang kotor seringkali identik dengan penyakit, namun bukan berarti bermain kotor itu berbahaya. Justru dengan bermain kotor akan meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Menurut penelitian para ahli, anak justru sesekali perlu kotor karena jika terlalu bersih, kemampuan kulit anak untuk menyembuhkan diri justru terganggu atau rusak.

Graham Rook, seorang profesor imunologi pada University College London telah mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai hubungan antara eksposure tubuh pada mikroba dan perkembangan alergi dimana Mycobacterium vaccae adalah jenis bakteri yang terdapat di tanah yang secara digunakan sebagai basis pengobatan untuk kondisi alergi seperti asma.

Rook percaya justru karena faktor ‘terlalu bersih dan higenis’ menyebabkan penyakit seperti asma, eksema, hay fever, bahkan penyakit ‘autoimmune’ seperti tipe penyakit diabetes T1 dan radang usus.
Respon tubuh untuk penyakit yang menyebabkan inflamasi diatur oleh sistem  kekebalan tubuh. Ini  membutuhkan eksposure pada berbagai bakteri dan mikroba yang tidak berbahaya di masa-masa pertumbuhan awal anak-anak dengan tujuan agar bisa merespon secara efektif penyakit yang sesungguhnya kelak. (http://www.medicalnewstoday.com/releases/66838.php)

Sebagai sarana belajar tekstur dan melatih motorik.
Seseuatu yang kotor biasanya bertekstur dari yang halus sampai yang kasar. Dengan bermain kotor, anak akan belajar tekstur-tektur tersebut.

Anak biasanya suka bermain dengan bahan “messy’ seperti  lumpur, pasir, tanah liat, cat, crayon dan play dough.

Menurut Patricia Hughes, dalam Benefits of Messy Play, mengatakan bahwa saat anak bermain menggunakan bahan messy, maka berbagai kemampuan anak akan terangsang. Motorik halus anak akan terangsang saat tangan merasakan tekstur halus atau kasar, atau saat jari-jari menggenggam, meremas, menjepit, atau menggenggam alat main. Selain itu, koordinasi mata dan tangan anak semakin terlatih. Aktivitas main tersebeut semakin memperkuat dan melentutkan otot-otot tangan dan jemari anak.

Menumbuhkan kreativitas anak lewat imajinasi.

Permainan kotor biasanya penuh dengan warna, tesktur dan bentuk. Hal ini menarik buat anak, mereka akan berimajinasi dan dengan berimajinasi anak semakin kreatif.

Aretha sangat suka main pasir dan pasar-pasaran, pada saat main Aretha akan berimajinasi tentang berbagai hal, penjual dan sekaligus pembeli. Membuat es krim dari pasir.

Begitupun Daffa, adiknya Aretha, tidak mau kalah pada saat bermain pasir. Apapun yang ada disitu bisa dijadikan maianan.

Anak Belajar Mencintai Lingkungan

Bermain kotor selain identik dengan sesuatu yang “messy” juga biasanya identik dengan bermain di luar  rumah (di alam) atau dengan binatang. Dengan bermain di alam dan dengan binatang, anak akan belajar mencintai lingkungan.

Nah..bund…ternyata banyak juga ya…manfaat anak bermain kotor. Nah..berikut tips agar moment bermain kotor anak tetap aman dan bermanfaat :
  1. Awasi dan dampingi anak pada saat bermain kotor (terutama untuk usia batita) sehingga anak terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan (missal: memasukkan mainan ke dalam mulut). Akan lebih baik lagi kalau bunda bisa bermain bersama-sama. Dengan bermain bersama, selain bisa mengawasi si kecil juga semakin menumbuhkan kedekatan emosi bunda dengan si kecil.
  2. Arahkan ke permainan yang bermakna. Coba arahkan hobi anak bermain kotor ke hal-hal yang lebih berguna seperti berkebun, member makan ternak, memelihara hewan peliharaan, mencuci mobil dan lain-lain. Selain anak senang bunda pun dapat manfaatnya. Anak juga sekaligus belajar membantu orang tua.
  3. Sediakan baju khusus untuk bermain. Ketika bermain kotor, bisa dipastikan baju anak akan kotor. Kalau bunda tidak mau repot dan sayang baju bagus anak menjadi kotor, bunda bisa menyediakan baju khusus bermain.
  4. Bantu si kecil bersih bersih dan cuci tangan setelah bermain. Setelah selesai bermain, pastikan si kecil cuci tangan dan bersih bersih badan, sebelumnya bunda bisa ajak si keceli untuk ikut membereskan mainan, lakukan dengan riang (misal sambil bernyanyi-nyanyi atau lomba). Banyak hal yang akan dipelajari antara lain rasa tanggung jawab, klasifikasi benda, melatih kemandirian dan lain-lain.
Oke Bundanesia….siap bermain kotor dengan si kecil?



Dunia Aretha



Telah dibaca :

Visitors


Si Kecil Suka Bermain Kotor? Siapa Takut? Baca selengkapnya...

Memilih Mainan Edukatif Untuk Si Kecil

Mainan edukatif untuk anak-anak.   
Setiap orang tua tentunya bangga punya anak yang aktif dan kreatif. Seiring perkembangan jaman, berbagai jenis mainan anak pada masa Ayah Bunda kecil sudah mulai tergeser dengan permainan yang modern. Karena orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya, mainan yang diberi label 'mainan edukatif" atau "mainan kreativitas' sangat mungkin dibeli lebih mudah daripada yang lain. 

Tapi, apa sih maksudnya mainan anak yang yang mendidik itu? 
Hmm..sebenarnya tidak ada definisi definisi baku untuk "mainan edukatif". Pada dasranya mainan edukatif adalah mainan yang membantu anak belajar sesuatu yang baik, sesuatu yang akan membantunya di masa depan. Dunia anak adalah dunia bermain. Bermain adalah kegiatan yang paling penting dari setiap anak. Belajar melalui bermain adalah sebuah hal yang nyata, yang dapat dan dilakukan tanpa sadar setiap kali anak Anda bermain. Namun orang tua harus mengontrol setiap aktivitas si Kecil sehingga tetap pada arah pendidikan. 
Orang tua perlu juga waspada dan selektif. Ada juga mainan yang tidak mengarah untuk pendidikan seperti misalnya senjata pistol-pistolan anak-anak dan mainan lainnya yang entah bagaimana cenderung memicu kekerasan dan perilaku buruk lainnya sehingga tidak dianjurkan. Anda harus menghindari mainan tersebut. Meskipun mainan ini bisa menjadi sumber yang baik yang menyenangkan untuk anak-anak, pada jangka panjang akan berefek kurang bagus untuk perkembangan secara psikologis.

Bagaimana efek mainan anak yang edukatif.
Seperti yang telah disampaikan di atas, bermain adalah aktivitas utama anak. Selama bermain, anak belajar banyak hal baru. Mainan dan permainan harus diintegrasikan ke dalam bermain untuk menjadikan aktivitas yang sinergi. Mainan apapun bisa dijadikan media dan sarana untuk pendidikan, asalkan tidak mengembangkan perilaku buruk. Sebuah mainan harus digunakan sebagai media pendidikan bagi anak.
Untuk lebih jelas tentang bagaimana mainan edukasi untuk anak-anak kita bisa ambil satu contoh : Petak Umpet.

Mari kita lihat di Petak Umpet (Hide and Seek). Bunda ingat permainan ini, kan? Dapatkah Ayah Bunda ingat permainan ini, kan? Dapatkah Ayah Bunda ingat permainan ini, kan? Dapatkah Ayah Bunda ingat permainan ini, kan? Dapatkah Ayah Bunda ingat permainan ini, kan? Dapatkah Ayah Bunda ingat aturannya? Ok..kita coba lihat aturan mainnya dan di mana sih sisi edukasi yang bisa diterapkan.?

Aturan pertama adalah bahwa setiap pemain harus mematuhi aturan. Yup..sangat jelas, tetapi jika pemain tidak mengikuti aturan, apa coba yang akan terjadi? Setiap anak harus mempelajari dan menaati aturan, atau mereka tidak diizinkan untuk ikut bermain. Bagian pendidikan ini adalah bahwa anak belajar untuk menerima kenyataan bahwa ia tidak dapat melakukan segalanya yang dia inginkan, bahwa ada beberapa batasan dan ia harus mengikutinya.

Salah satu dari anak-anak dalam kelompok dipilih untuk menghitung sampai 100 di pohon (ini membantu anak-anak belajar angka-angka dengan cara yang menyenangkan, tidak seperti di sekolah), tanpa mengintip (ini dididik untuk digunakan anak bermain adil di semua bidang kehidupan). Sementara itu, anak yang lain harus menemukan tempat persembunyian yang baik, salah satu yang baik sulit untuk ditemukan dan dekat dengan sang pohon. Hal ini merangsang anak untuk berpikir cepat untuk solusi terbaik untuk tugas yang diberikan.

Setelah ia selesai menghitung sampai 100, anak mengatakan "Siap atau tidak, aku datang" dan kemudian ia harus mencari pemain lain. Ia harus sangat berhati-hati. Begitu ia menemukan pemain bersembunyi, ia harus lari kembali ke pohon dan meneriakkan namanya. Ia harus waspada sehingga ia dapat mendengar suara apapun yang mungkin mengindikasikan posisi pemain lain.
Para pemain yang sudah melihat tidak boleh mengatakan di mana yang lainnya bersembunyi. Hal ini juga mendidik anak-anak untuk bersikap fair play (sportif).

Bunda tidak akan pernah berpikir bahwa petak umpet, salah satu permainan yang paling umum pada anak-anak, bisa begitu edukatif, kan? Ya, itu adalah permainan sangat mendidik. Dan itu bukan satu-satunya. Pilih semua permainan yang Bunda sukai ketika Anda masih anak-anak, dan menganalisis aturan, seperti di atas. Pasti Anda akan kagum.

Permainan petak umpet berorientasi terutama terhadap pengembangan fair play dan keterampilan fisik.
Contoh lain dari permainan edukatif untuk anak yang membantu mengembangkan keterampilan lebih modern : Monopoli.

Permainan ini memperkenalkan anak Anda ke dalam dasar-dasar kehidupan bisnis modern. Mendapatkan properti nilai tinggi, negosiasi, pajak. Yup! Permainan ini mendidik anak Anda untuk menjadi pebisnis terbesar di Ibukota. Monopoli memiliki aturan yang lebih kompleks dan membutuhkan konsentrasi yang lebih besar. Jargon tertentu dan nama-nama yang berarti banyak bagi pengusaha membuat anak Anda lebih dekat dunia bisnis.
Mainan merupakan salah satu media untuk pembelajaran buat si Kecil. Memahami bagaimana sesuatu bekerja merupakan akibat langsung dari pemecahan masalah dengan mainan seperti "Mengapa ini cocok di sana?", "Apakah cocok di sini?", "Seberapa besar itu?". Mainan membantu anak Anda belajar untuk mengambil, menarik, mendorong, menyinkronkan gerakan kepala dengan tangan.

Bermain dengan berbagai mainan anak yang edukatif membantu anak mengembangkan imajinasinya, memahami bahwa objek yang berbeda memiliki kegunaan yang berbeda, dan belajar bagaimana untuk menggabungkan mereka untuk membuat objek menarik lainnya.
Let's have fun with educational toys...^_^




Telah dibaca :
Free Counter
Memilih Mainan Edukatif Untuk Si Kecil Baca selengkapnya...

Amankah si Kecil diajak berenang..??

Amankah si Kecil diajak berenang..??
Pada saat event karir day di ITB tanggal 1-3 April 2011, terlihat spanduk besar di depan ITB - Les gratis khusus bagi yang buat berenang “Karena pada dasarnya setiap orang dapat berenang”. Membaca slogan tersebut jadi ingat adek Daffa ketika pertama kali diajak berenang, ternyata dengan reflek sudah bisa mengambang dan kakinya bergerak-gerak seolah berenang.

Cek dan ricek, ternyata memang bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor ‘X’ semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang.

Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan.

Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, loh... Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang.

Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan. Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, loh.. Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami. Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang, ok Bunda..??

Ayah Bunda tidak perlu ragu-ragu untuk mengajak anak berenang meskipun masih bayi, karena sangat banyak manfaatnya, selain dapat meningkatkan rasa percaya diri juga dapat meningkatkan IQ.
Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistic  IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.
Pada saat mengajak bayi atau anak ibu berenang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

HARUS AMAN
Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orang tua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak lho ya…safety first..^_^. Jika orang tua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orang tua.

Disamping mendampingi, orang tua juga bisa sambil bermain dengan bayi/anak, bergerak bersama, dan ini merupakan salah satu keunggulan berenang. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih. Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak.” Itulah mengapa, kedua orang tua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air.

Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan. Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai. Bukankah saat berenang, semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja. Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

PERHATIKAN KEBERSIHAN AIR
Nah, gimana Bunda..sudah siap mengajak si kecil berenang.? Tapi berenangnya di rumah saja ya..?  kalau usia si kecil masih di bawah 6 bulan, agar bisa mengontrol kebersihan dan suhu airnya. Jangan lupa, di usia ini enzim pencernaan bayi belum matang. Jadi, kalau ia secara tak sengaja menelan air yang tak bersih kala berenang, bisa mengakibatkan mencret, muntah, dan sebagainya.

Bukan berarti di rumah harus ada kolam renang lho.. Toh, banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub, dan lainnya. Nah, biasakan bayi bermain di situ. Sebenarnya, ketika bayi tengah mandi atau bermain air merupakan salah satu cara mengenali atau menghayati air pada anak.

Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum. Tapi harus pilih. Mungkin di Indonesia masih sulit karena belum ada kolam berenang khusus bayi. Bahkan kebanyakan kolam renang di Jakarta, air yang dipakai itu-itu saja, muter saja di situ. Diputarnya pakai mesin lalu ditambahkan kaporit dan daun-daun atau kotorannya diangkat, sebulan sekali baru diganti. Hal ini dikarenakan sulitnya sumber air di Jakarta. Lain dengan di kota pegunungan seperti Bogor dan Cibodas, mereka memiliki kolam renang yang airnya mengalir.

Jadi, bila mau membawa bayi berenang di kolam renang umum, pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih, biasanya di waktu pagi. Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius. Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius.

Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya. Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. Hati-hati juga ya Bunda, jika bayi sudah merasa trauma karena matanya perih misalnya, selanjutnya akan jadi kendala.

UNTUK REKREASI
Yang perlu diingat, jangan sampai orang tua mengajak bayi berenang untuk mengejar prestasi karena tujuan utamanya adalah rekreasi. Beberapa asosiasi kedokteran anak di luar negeri malah mengatakan, berenang pada anak usia di bawah 4 tahun jangan dijadikan tujuan untuk mengejar prestasi. Di atas usia itu barulah orang tua bisa mengajarkan gaya-gaya berenang yang ditargetkan untuk prestasi.

Dalam bahasa lain, bayi berenang hanya untuk fun. Mulai usia setahun bolehlah diarahkan pada prestasi, tapi tidak dengan cara ditekan. Misal, setiap hari harus berenang 50 meter bolak-balik. Soalnya, di usia tersebut ia baru bisa mengikuti gerakan-gerakan renang yang dilakukan orang tuanya. Sama halnya dengan bayi usia setahun yang suka marah-marah karena melihat orang tuanya yang suka marah-marah, begitu pula berenang. Kalau orang tua suka berenang dengan gaya yang cukup baik maka ia pun akan mengikuti.

Jadi, ajak si kecil berenang untuk kesehatannya lebih dulu. Soal gaya renang akan mengikuti secara otomatis bila ia sudah menyukainya. Jangan lupa, ketika mendampinginya, Ayah Bunda juga harus fun lho… bukan lantaran terpaksa. So..let’s having fun with our kids…^_^ 








Telah dibaca :
 free web counter Counter Powered by  RedCounter

Amankah si Kecil diajak berenang..?? Baca selengkapnya...

Membacakan Cerita Untuk Si Kecil

Membacakan cerita kepada si kecil sejak dini dapat memberikan manfaat dan efek positif yang cukup besar bagi Anda dan sang buah hati. Membacakan cerita dapat dimulai sejak bayi lahir. Aktivitas ini merupakan salah satu bentuk stimulasi yang berkualitas dan melalui suara kedua orang tuanya maka akan menumbuhkan kedekatan dengan sang buah hati. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa dan bahkan kecerdasan dapat diperoleh dari kontak bayi terhadap pengenalan kata.
Pengenalan bacaan bisa kita lakukan secara bertahap sesuai dengan usia si kecil. Hal ini juga dipengaruhi oleh tahap pertumbuhan fisik dan juga kematangan psikologis dari sang anak. Berdasarkan tahapan usia si kecil, hal-hal apa saja sih yang bisa Ayah Bunda persiapkan buat si kecil..? Mari kita lihat tabel berikut :



Soft copy tabel di atas dalam format pdf bisa Ayah Bunda Download di sini.





Telah dibaca :
 free web counter Counter Powered by  RedCounter


Membacakan Cerita Untuk Si Kecil Baca selengkapnya...

Semua Anak Kreatif dan Berbakat..!!

Hi Bunda...
Sudah berhasil menemukan bakat si kecil..?? atau masih mencoba menggali lebih dalam..?
Kita kadang sulit untuk membedakan antara anak yang aktif dan anak yang nakal. Yang perlu dipahami dan ditanamkan di pikiran kita adalah bahwa tidak ada anak yang nakal..!! yang ada adalah seorang anak yang aktif, selalu ingin tahu, mencoba hal baru, meskipun belum tahu resiko dan konsekuensi yang akan dia hadapi. Jadi pada dasarnya tepat sekali kalau kita bilang bahwa semua anak kreatif dan berbakat..!!

Sebagai orang tua tentunya kita ingin anak kita mendapatkan yang terbaik untuk masa depannya. Untuk mendapatkan hasil terbaik untuk buah hati kita tentu saja kita harus memberikan arah yang tepat bagi mereka. Seringkali terjadi hal yang sebaliknya, si anak merasa dipaksa untuk mengikuti kemauan orang tua sehingga kreativitasnya terhambat dan bahkan bisa jadi si anak memberontak. Hal itu mungkin sekalli terjadi ketika kita belum memahami karakter anak kita, di  mana bakatnya dan juga punya ketertarikan di bidang apa. Banyak orangtua, sadar atau tidak, menganggap anak yang pandai adalah anak yang unggul secara akademik. Tanpa menyadari bahwa kreativitas dan bakat juga perlu dibangun agar anak berhasil dalam kehidupan.
Tantangannya adalah, bagaimana mendidik anak agar menjadi unggul secara akademik dan juga kreatif ..?? Mari kita coba tips berikut ini untuk mengenali karakter dan mengembangkan bakat serta kreativitas si kecil.

Ciri-ciri anak yang kreatif
  • Fluency. Mampu melontarkan beragam ide unik dalam waktu terbatas
  • Flexibility. Mampu menelaah berbagai sudut pandang dalam mencari alternatif pemecahan masalah
  • Mampu menciptakan/memikirkan hal-hal yang bersifat original
  • Mampu melakukan elaborasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi, atau berpikir secara detil sehingga dapat menghasilkan hal-hal atau pemikiran baru
  • Mampu mengombinasikan berbagai hal/ide yang dapat menghasilkan sesuatu yang baru

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kreativitas dan bakat
  • Ciptakan lingkungan yang merangsang kreativitas
    Kembangkan rasa ingin tahu anak dengan mengenalkannya pada berbagai hal atau kegiatan, misalnya dengan melakukan eksprerimen sederhana, membuat kreasi, atau mengunjungi museum.
     
  • Libatkan anak dalam kegiatan curah ide (brainstorming )
  • Minta anak melontarkan beragam ide dalam kelompok, dan kemudian membahas ide-ide yang dilontarkan. Semakin banyak ide yang dihasilkan, semakin besar kemungkinkan munculnya ide-ide yang unik.
     
  • Berikan kesempatan untuk bereksplorasi dan mencoba
    Berikan anak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan hal-hal baru, dan sesekali membuat kesalahan sehingga ia dapat belajar menelaah berbagai sudut pandang untuk memecahkan persoalan.
     
  • Munculkan motivasi internal
    Hargai setiap ide maupun karya yang dihasilkan anak secara proporsional. Hindari memberi kritik yang dapat menimbulkan kekecewaan pada anak. Hindari juga memberi pujian secara berlebihan. Hendaknya juga tidak selalu menghadapkan anak pada situasi yang kompetitif.
     
  • Kembangkan cara berpikir yang fleksibel dan playful
    Latih anak untuk menelaah berbagai sudut pandang dalam menghadapi persoalan. Misalnya saja ketika anak melontarkan pendapatnya, orangtua atau guru dapat memperkaya pendapat tersebut ataupun memberikan pendapat dari sudut pandang lain tanpa mengkritisinya. Kembangkan sense or humor sehingga anak terbiasa menghadapi ide-ide ‘liar’, yang tidak biasa (out of the box).
     
  • Kenalkan anak dengan orang-orang yang kreatif
    Kenalkan anak pada seseorang yang memiliki suatu karya dan diskusikan mengenai kemampuannya. Guru juga dapat merancang suatu kegiatan di sekolah, misalnya dengan mengundang ahli dalam bidang tertentu untuk berbagi pengalaman mengenai hal-hal yang dapat membantu mereka dalam menghasilkan karyanya (mengembangkan kreativitas), seperti penulis, musisi, scientist, dsb)

Kebiasaan-kebiasaan yang menghambat kreativitas anak
  • Pola asuh otoriter atau over protektif.
  • Memberikan aktivitas yang sudah terstruktur, seperti mewarnai berdasarkan contoh dan permainan yang  sifatnya mekanis dan otomatis
  • Kebiasaan mengkritik secara cepat dan mencemooh hasil karya anak
  • Kurangnya waktu luang untuk anak
  • Melarang anak untuk melamun, padahal melamun merupakan saat dimana anak dapat berimajinasi menghasilkan kreasi-kreasinya. Namun orangtua dan guru juga tetap perlu memperhatikan durasi anak dalam melamun agar tidak membuatnya lupa mengerjakan tugasnya kembali atau melakukan aktivitas semula

Telah Dibaca :
blog counter


Semua Anak Kreatif dan Berbakat..!! Baca selengkapnya...

Tepuk Tangan Melatih Keterampilan Motorik Anak

Sebuah studi penelitian yang dilakukan dari Ben-Gurion University of the Negev tentang manfaat lagu yang dinyanyikan sambil bertepuk tangan, ternyata memberikan hasil adanya suatu hubungan langsung dengan peningkatan aktivitas dan keterampilan perkembangan yang penting terhadap anak-anak, remaja, hingga remaja dewasa.

Dalam penelitiannya ditemukan bahwa, anak-anak kelas satu, dua dan tiga di sekolah dasar yang menyanyikan lagu tersebut sambil bertepuk tangan ternyata dapat dibandingkan kemampuannya dengan anak-anak yang tidak ikut dalam kegiatan tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Idit Sulkin, anggota BGU Music Science Lab in the Department of the Arts.

Penelitian tersebut juga ditemukan bahwa dengan bertepuk tangan dapat membantu melatih keterampilan motorik anak sehingga menghasilkan menulis dengan lebih baik, tulisan yang rapi, dan hanya sedikit membuat kesalahan dalam mengeja.

Seorang psikolog musik, Dr. Warren Brodsky bersama dengan seorang doktor yang mengawasi kegiatan tersebut mengungkapkan, bahwa kegiatan tepuk tangan dapat melatih otak dan mempengaruhi perkembangan daerah otak dan lainnya. Sedangkan manfaat lain yaitu anak-anak diajarkan untuk melatih integritas sosialnya dengan teman-temannya, sehingga kemampuan sosialisasinya lebih baik.

Dalam studi tersebut, Dr. Sulkin bersama dengan timnya melakukan kunjungan di beberapa sekolah dasar dan memberikan latihan lagu sambil bertepuk tangan. Dan hal tersebut dilakukan selama 10 minggu. Selama penelitian, anak-anak yang bernyanyi ditemani oleh Dr. Sulkin yang juga ikut bergabung. Kegiatan tersebut tentu untuk melihat kondisi anak-anak, apakah mereka terhibur dan terpesona dalam menyanyikan lagu sambil melakukan tepuk tangan. Alhasil, kegiatan tersebut ternyata menjadi salah satu hiburan bagi anak-anak di sekolah dasar.

Dr. Sulkin mengatakan, "Dalam waktu yang singkat, anak-anak memiliki kemampuan kognitif yang baik serta membantu kemampuan motoriknya dalam melakukan aktivitas. Maka sebaiknya, hal tersebut masuk dalam pendidikan untuk anak usia 6-10 tahun dengan tujuan meningkatkan kemampuan motorik dan kognitifnya." Ia juga menambahkan, bahwa lagu anak-anak yang dinyanyikan sambil bertepuk tangan biasanya dibawakan oleh anak balita hingga usianya menjelang 10 tahun. Dan jika diamati, kegiatan tersebut berfungsi sebagai acuan untuk mengembangkan serta meningkatkan kebutuhan emosional, fisiologis, sosiologis dan kognitif anak-anak hingga tahap pertumbuhan berikutnya.


Source : melindahospital.com

Telah Dibaca :
blog counter


Tepuk Tangan Melatih Keterampilan Motorik Anak Baca selengkapnya...

Gali Potensi Anak Melalui Finger Print Analysis

Keinginan orangtua mencetak anak-anaknya menjadi bibit unggul semakin besar. Pertanyaan seputar cara memaksimalkan potensi anak-anak mereka atau tentang bagaimana cara melihat kecerdasan sejati serta bakat anaknya sedini mungkin kerap menghantui pikiran orangtua masa kini.

Kecerdasan sebenarnya merupakan konsep yang sangat rumit. Ada beberapa jenis kecerdasan, misalnya kecerdasan sosial, natural, musikal atau kecerdasan berbahasa yang tidak terukur oleh tes IQ saat ini.

Beberapa dekade terakhir ini para ahli psikologi terus menyempurnakan tes untuk menganalisa kecerdasan dan kepribadian (psikometri). Contohnya adalah tes bakat minat, tes kepribadian, grafologi, tes gambar, dan sebagainya.

Saat ini sudah tersedia tes untuk mengukur potensi anak, yang menggunakan metode pencitraan sidik jari untuk menganalisis bakat dan kecerdasaan seseorang yang disebut fingerprint analysis.

Pada tahun 1965, para ahli sudah mengetahui bahwa pola sidik jari manusia sudah terbentuk sejak usia 13 minggu dalam kandungan. Pola guratan-guratan kulit pada sidik jari, dikenal sebagai garis epidermal, ternyata memiliki korelasi dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak.

Teori-teori mengenai struktur otak yang diungkap para ahli beberapa dekade kemudian telah memberikan informasi yang dapat menjadikan interpretasi karakter dan potensi bakat seseorang secara genetis. sidik jari bersifat permanen, unik, dan tidak akan pernah sama.

Para ahli di bidang dermatoglyphics--ilmu mempelajari pola sidik jari--dan kalangan neuro-anatomi atau kedokteran anatomi tubuh menemukan fakta bahwa pola sidik jari bersifat genetis dan sudah muncul ketika janin dalam kandungan berusia 13-24 pekan.


Pola guratan kulit--dikenal sebagai garis epidermal--pada sidik jari ternyata memiliki korelasi dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak (nerve growth factor) yang sama dengan faktor garis epidermal (epidermal growth factor).

Secara gamblang, analisis sidik jari menghitung mana yang lebih responsif dan dominan dalam guratan kulit itu. Misalnya, jari jempol sebagai representasi dari pujian atau apresiasi pada seseorang. Kemudian jari telunjuk untuk mengambil keputusan, jari manis untuk komunikasi dan pendengaran, jari tengah untuk kejelasan, serta jari kelingking untuk audio dan visual.
 

Dari situ, pengukuran data biometrik dengan pemindaian (scanning) akan mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi bakat, motivasi, karakter, serta gaya belajar atau bekerja seseorang.

Kaitannya dengan pemanfaatan hasil analisa sidik jari adalah untuk mendapatkan data atau referensi perihal bakat yang akan membentuk kecerdasan. Dengan demikian orangtua bisa mencari pendekatan dan pengarahan yang paling efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan anak sehingga anak akan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan mandiri tanpa kehilangan keunikannya. Lagi pula, tes sidik jari tidak menentukan kecerdasan seorang anak. Sidik jari cuma mengungkap potensi bakat dan gaya belajar si anak.




Telah dibaca :
blog counter


Source : kompas.com & tempointerkatif.com
Gali Potensi Anak Melalui Finger Print Analysis Baca selengkapnya...

Peran Ayah Agar Anak Secerdas Einstein


Setiap orangtua memiliki peranan yang besar bagi anak. Selama ini yang diketahui orangtua pada umumnya adalah peran mereka sebatas membesarkan dan melindungi anak agar kelak menjadi individu yang mandiri dan kompeten. Namun seperti apa proses membesarkan anak, kerap menjadi tanda tanya.
Maklum, setiap orangtua membawa sejumlah kualitas-kualitas pribadi dan berbagai kebutuhan yang kompleks dalam peranannya sebagai orangtua. Sama halnya seperti anak, orangtua juga memiliki jenis kelamin dan temperamen yang berbeda, sehingga turut memberikan cara-cara yang berbeda dalam pengasuhan.
Bahkan lebih jauh, orangtua turut membawa pengalaman masa lalunya terdahulu saat diasuh oleh orangtuanya di masa kecil, dan sejumlah nilai-nilai budaya yang membentuk apa yang mereka lakukan saat ini. Selain itu, orangtua juga memiliki pola-pola kehidupan sosial seperti, hubungan bersama pasangan, keluarga besar, dan dunia kerja.
Sehingga orangtua perlu melakukan sejumlah penyesuaian agar sejumlah kualtas-kualitas pribadi yang mereka bawa ke dalam pengasuhan anak, mampu memenuhi sejumlah kebutuhan-kebutuhan anak, agar terpenuhi berbagai tuntutan perkembangannya, baik secara fisik dan motorik, kognitif alias kemampuan berpikir dan kecerdasan, kebutuhan emosi dan sosial, hingga kebutuhan akan berbagai nilai dan norma.

Peran Ayah dan Ibu berbeda dalam pengasuhan?
Mengingat peran jenis kelamin turut memengaruhi pola pengasuhan, pertanyaan kemudian adalah, apakah Ayah dan bu memiliki peran-peran yang berbeda dalam pengasuhan?
Secara umum, Ayah dan Ibu memilki peran yang sama dalam pengasuhan anak-anaknya. Namun ada sedikit perbedaan sentuhan dari apa yang ditampilkan oleh Ayah dan Ibu.
Peran Ayah Peran Ibu
Menumbuhkan perasaan percaya diri dan kompeten pada anak melalui kegiatan bermain yang lebih keras dan melibatkan fisik baik di dalam maupun di luar ruang.
    Menumbuhkan perasaan mencintai dan mengasihi pada anak melalui interaksi yang jauh lebih melibatkan sentuhan fisik dan kasih sayang.
      Menumbuhkan kebutuhan akan hasrat berprestasi pada anak melalui kegiatan mengenalkan anak tentang berbagai jenis pekerjaan dan berbagai kisah tentang cita-cita. Menumbuhkan kemampuan berbahasa pada anak melalui kegiatan-kegiatan bercerita dan mendongeng, serta melalui kegiatan yang lebih intim, yakni berbicara pada anak.
      Mengajarkan tentang peran jenis kelamin laki-laki, tentang bagaimana harus bertindak sebagai laki-laki, dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari laki-laki. Mengajarkan tentang peran jenis kelamin perempuan, tentang bagaimana harus bertindak sebagai perempuan, dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari seorang perempuan

      Perubahan Peran Orangtua dalam Proses Pengasuhan
      Peran orangtua dalam pengasuhan anak kerap mengalami perubahan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Itulah sebabnya, orangtua diharapkan mampu memahami tugas-tugas perkembangan anak dalam setiap tahap tumbuh kembangnya.
      Untuk menciptakan anak yang cerdas, orangtua terlebih dahulu harus memahami apa yang dimaksud dengan kecerdasan dan kemudian memahami perkembangan kognitif pada anak. Sehingga orangtua, khususnya Ayah, juga dapat diharapkan menjadi fasilitator perkembangan anaknya. Menurut pakar psikologi perkembangan terkenal asal Swiss, Jean Piaget, anak perlu melakukan aksi tertentu atas lingkungannya untuk dapat mengembangkan cara pandang yang kompleks dan cerdas atas setiap pengalamannya. Dan sudah menjadi tugas orangtua untuk memberi anak pengalaman yang dIbutuhkannya agar mereka bisa mengembangkan kecerdasannya.

      Anak Cerdas seperti Einstein
      Hingga saat ini, sulit untuk menguraikan apa yang dimaksud dengan kecerdasan karena termnya begitu kompleks. Kecerdasan tak sebatas hanya kecerdasan di sekolah yang terukur dari kemampuan anak dalam belajar membaca, berhitung, atau menggambar. Lebih dari itu. Kecerdasan adalah kemampuan berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi, yang mencakup; pembentukan konsep, pemecahan masalah, kreativitas, memori, persepsi, dan masih banyak lagi.

      Ada sejumlah kemampuan kognitif atau kemampuan berpikir yang menggambarkan kecerdasan, antara lain: kemampuan untuk mengelompokkan pola, kemampuan memodifikasi perilaku agar lebih adaptif, kemampuan melakukan penalaran deduktif, kemampuan melakukan penalaran induktif, kemampuan mengembangkan konsep, dan kemampuan untuk memahami atau melihat keterkaitan pada sejumlah informasi.
      Salah satu kemampuan yang sangat dikenal luas oleh orangtua adalah kemampuan melakukan penalaran berpikir secara matematis, seperti yang dimiliki oleh Albert Einstein. Kecerdasan pada area ini dipercaya dapat mewakili kecerdasan pada area yang lain. Mengembangkan kecerdasan dalam melakukan kemampuan berpkir logis akan meningkatkan kecerdasan anak secara umum, meski sesungguhnya orangtua dapat mengembangkan berbagai kemampuan logika berpikir lain yang ada anak, seperti logika berpikir dalam menganalisis masalah dalam sebuah cerita, dalam sebuah gambar atau balok, dalam sebuah gerakan tari atau senam, dalam sebuah irama lagu, dan masih banyak lagi.
      Kecerdasan merupakan kemampuan berpikir yang lebih advance. Untuk dapat meningkatkan kecerdasan anak, Ayah pun perlu turut belajar memahami tahap perkembangan kemampuan berpikir pada setiap tahap usia anak.

      Status Perkembangan Kognitif Anak dan Peran Ayah dalam Pengembangannya.
      Jean Piaget merumuskan tentang tahap perkembangan kemampuan kognitif pada anak. Menurutnya, kemampuan berpikir pada anak berubah untuk setiap tahap tumbuh kembang dan memiliki penekanan pada kemampuan tertentu.

      Usia Perilaku
      Sensori Motor 0-2 tahun Anak memersepsi dan bertindak
      Tahap berefleks 0-1 bulan Melatih refleks yang sudah ada, misalnya: menghisap
      Mengulang tindakan. Misalnya:membuka dan menutup tangan
      Tahap reaksi primer 1-4 bulan Menggunakan dua penginderaan sekaligus. Misalnya:lihat dan dengar
      Tahap reaksi Sekunder 4-8 bulan Mengulang tindakan untuk melihat perubahan lingkungan. Misalnya: menendang mainan gantung untuk melihatnya bergerak menjauh
      Tahap koordinasi 8-12 bulan Memberikan respon untuk menyelesaikan masalah. Misalnya: memindahkan penutup untuk mengambil mainan
      Tahap reaksi tertier 12-18 bulan Tertarik pada karakter sebuah mainan untuk melihat bagimana mainan bisa berfungsi. Bayi sudah bisa meniru lebih akurat.
      Awal berpikir 18-24 bulan Anak mulai mengunakan bahasa dan simbol
      Periode
      Pre-opreational
      2-7 tahun Anak mulai menghadirkan obyek atau orang dengan menggunakan simbol (misalnya: bahasa)
      Tahap pre-konseptual 2-4 tahun Menghadirkan setiap pengalamannya secara mental dengan menggunakan bahasa, lebih imajinatif dalam bermain.
      Tahap intuitif 4-7 tahun Mulai merespon secara intuitif namun lebih menaruh perhatian pada tampilan sebuah obyek, seperti gelas yang lebih tinggi akan menyimpan air lebih banyak daripada gelas yang pendek.
      Anak mulai menghadirkan obyek atau orang dengan menggunakan simbol (misalnya: bahasa)
      Menghadirkan setiap pengalamannya secara mental dengan menggunakan bahasa, lebih imajinatif dalam bermain.
      Mulai merespon secara intuitif namun lebih menaruh perhatian pada tampilan sebuah obyek, seperti gelas yang lebih tinggi akan menyimpan air lebih banyak daripada gelas yang pendek.
      Berdasarkan status perkembangan kognitif anak seperti yang diuraikan di atas, Ayah dapat menyelami kemampuan seperti apa yang sedang berkembang pada anaknya di usia tertentu. Sehingga Ayah dapat menentukan permainan dan kegiatan seperti apa yang dapat merangsang perkembangan kemampuan berpikir anak agar kecerdasannya optimal.





      Telah dibaca :
      blog counter


      Oleh : Roslina Verauli. M.Psi (Psikolog)

      Sources :
      Brooks, Jane B. 2004. The Process of Parenting. 6th Ed. New York: McGraw-Hill.
      Papalia, Diane., Olds, Sally W., Feldman, Ruth D. 2008. Human Development. 11th Ed. USA: McGraw-Hill.
      Solso, R Robert. 2001. Cognitive Psychology. 6th Ed. Nevada: Allyn & Bacon.
      Vasta, Ross., Miller, Scott A., Ellis, Shari. 2004. Child Psychology. 4th Ed. NJ: John Wiley & Sons, Inc.

      Peran Ayah Agar Anak Secerdas Einstein Baca selengkapnya...

      Mendorong Kreativitas & Imajinasi Anak


      Tidak semua anak dilahirkan untuk menjadi seniman, ilmuwan ataupun pengusaha yang hebat, tetapi hampir semua anak dilahirkan dengan kemampuan dan keinginan untuk menjadi kreatif. Dan semua Ibu dapat membantu anaknya untuk mengembangkan hal ini.
      Apapun karir anak anda nanti pada saat ia dewasa, mendorong kreativitasnya dari sejak dini akan membantunya untuk memiliki hidup yang lebih kaya dan lebih memuaskan. Cobalah tips-tips dibawah ini, tetapi Anda bebas menjadi kreatif sendiri dan menciptakan cara-cara Anda untuk mengembangkan kreativitas si Kecil:
      Biarkan mereka sedikit “berantakan”. Sifat kreatif harus dibiarkan untuk berfokus pada kreasi, bukan diganggu dengan keinginan agar semuanya rapi. Dan ini terutama sangat penting bagi balita. Berkeras agar crayon mereka selalu ada di kotaknya, atau tangan dan kaki mereka selalu bersih adalah meminta suatu hal yang mustahil. Cara yang mudah adalah menyiapkan tempat mereka berkreasi sehingga mereka bebas mengotori tanpa harus menyusahkan anda. Tutupi lantai dan furnitur dengan kertas koran sehingga ia tidak merusak keindahan rumah anda. Juga, setelah ia selesai, siapkan kain basah untuk menyeka bagian tubuhnya yang tercoret-coret.
      Berikan mereka kebebasan. Ingatlah bahwa kreativitas membutuhkan sebanyak mungkin kebebasan dalam berkarya. Tidak ada cara yang salah dalam mereka menggambar, melukis atau mewarnai. Lupakan ajaran zaman dahulu dimana kalau mewarnai tidak boleh keluar garis dan sebagainya. Mengarahkan dan memberi saran terlalu banyak pada si Kecil saat ia berkreasi dapat menghambat kreativitasnya. Biarkan ia berkreasi sesuka hati, tetapi bila ia bertanya atau minta pertolongan, anda selalu siap untuk membantunya.
      Jangan mengkritik. Proses dan hasil karya anak anda hanya perlu menyenangkan dirinya sendiri, bukan anda maupun orang lain. Jangan berkata, misalnya ketika ia sedang menggambar untuk neneknya, “Oh, mungkin Nenek tidak suka warna ini atau gambar ini. Bagaimana kalau menggambar ini saja dengan warna ini?” Melakukan yang berbeda adalah tentu saja bagian dari kreativitas itu sendiri. Dan bila anak Anda tidak suka karyanya sendiri, yakinkanlah padanya bahwa karyanya cukup bagus, dan berikan saran untuk ia bisa membuatnya lebih bagus lagi.

      Lihat lebih jauh dari cuma coretan saja. Temukan hal-hal yang bisa anda puji dalam setiap karya kreatif anak anda. Walaupun kertas gambar si Kecil hanya penuh dengan coretan-coretan, pujilah cara ia mempergunakan warna atau kertasnya. Tapi jangan terlalu berlebihan sampai anak Anda meragukan ketulusan pujian Anda atau berhenti berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.
      Koleksi karya-karyanya. Tingkatkan rasa keberhasilan anak Anda dengan menggantungkan gambar-gambar atau karya-karyanya disekitar rumah – ditempel di kulkas dengan magnet, di ruang bermain, di pintu kamarnya, di kaca rias kamar anda, di dekat tempat tidur Anda. Buat “portfolio” dari gambar-gambar kesukaannya supaya ia bisa lihat lagi atau tunjukkan pada tamu. Kalau ia suka bernyanyi atau menari, biarkan ia menampilkannya pada Anda. Tapi jangan memaksanya untuk tampil di depan umum jika ia tidak mau.
      Berceritalah. Jangan terlalu bergantung pada buku-buku cerita anak saja, Anda juga bisa bercerita padanya dengan menciptakan karakter-karakter sendiri. Libatkan ia dengan meminta ia untuk membantu menyelesaikan masalah dari karakter-karakter tersebut. Cara yang lain juga bisa dengan tidak menyelesaikan cerita tetapi memintanya untuk menciptakan akhir cerita itu sendiri.
      Ajari anak Anda. Membacakan buku cerita yang sesuai dengan umurnya, mengajaknya mendengarkan musik, adalah cara lain untuk mendukung kreativitasnya. Jangan terlalu memaksa, tapi biasakan anak Anda untuk mengenali karya seni, sastra, dan musik untuk mengembangkan kreativitasnya.
      Lihat lebih jauh dari bidang seninya. Ada banyak tempat untuk kreativitas anak Anda yang tidak berhubungan dengan bidang seni. Anak Anda bisa pintar bermain pasir (yang nantinya bisa membantu dia menjadi ilmuwan, arsitek, insinyur) atau di dapur, atau bahkan di lemari pakaian (ia bisa menjadi perancang mode). Doronglah kreativitas di setiap bagian kehidupan anak Anda. Anda juga yang akan bangga pada akhirnya.






      Telah dibaca :
      blog counter



      Source : ibudanbalita.com
      Mendorong Kreativitas & Imajinasi Anak Baca selengkapnya...

      Memilih Mainan Anak Yang Edukatif

      Semua anak tentunya senang bermain. Terutama mereka yang masih balita. Dan sebagai orang tua, kita harus bisa memilih mainan untuk mereka yang mereka sukai dan juga mendidik. Ada berbagai macam jenis mainan yang bisa Anda temukan diberbagai toko mainan dan pusat perbelanjaan, tapi tidak semuanya baik dan cocok untuk anak Anda dan terlebih lagi, tidak semuanya edukatif dan mendukung perkembangan kecerdasan mereka. Jadi bagaimana cara memilih mainan anak yang edukatif dan aman untuknya?
      Pertama, saat Anda di toko mainan, perhatikan label mainan satu per satu dan perhatikan rekomendasi umurnya. Ini sangatlah penting untuk keselamatan balita Anda. Selain itu, perhatikan perilaku balita Anda dan tingkat perkembangannya, contohnya bila balita Anda masih suka memasukkan benda ke dalam mulutnya, jangan berikan mainan yang mempunyai bagian-bagian kecil yang bisa tertelan atau membuatnya tersedak. Sebagian anak berhenti memasukkan benda ke mulutnya di usia 1 tahun, tetapi ada beberapa yang baru berhenti di usia 3 tahun, sehingga Anda pun harus menyesuaikannya. Selain itu, pilihlah mainan yang tidak mudah rusak atau copot agar balita Anda tidak melukai dirinya saat bermain.
      Setelah Anda menyesuaikan mainan dengan umur dan perkembangan perilakunya, Anda bisa memilihkan mainan yang edukatif untuk perkembangan kecerdasannya. Beberapa contoh dari mainan yang edukatif untuk balita Anda adalah buku-buku cerita dengan gambar-gambar yang menarik dan pesan moral yang baik. Anda bisa membacakan cerita padanya sambil mengenalkan kata-kata baru dan mengajarnya mengenal alfabet. Jigsaw puzzle yang mudah dengan bagian-bagian yang tidak terlalu kecil pun bagus untuk melatih otaknya berpikir secara logis dan juga membantu ia belajar menyelesaikan masalah. Selain itu, jigsaw puzzle memberikan tantangan yang menarik untuk si Kecil yang akan membantunya saat ia bersekolah.
      Mainan lain yang edukatif untuk balita Anda adalah balok susun untuk membangun rumah-rumahan, gedung, mobil-mobilan dan lainnya. Pastikan Anda memilih balok susun yang bagian-bagiannya cukup besar sehingga tidak akan tertelan oleh si Kecil. Berbagai macam alat musik pun sangat berguna untuk membantu perkembangan otaknya. Anda tidak perlu mengajarnya bermain piano atau gitar yang tentunya membutuhkan pelajaran khusus, tetapi Anda bisa membelikan dia drum kecil, tamborin, xylophone, keyboard sederhana dan juga tape kecil dengan lagu-lagu anak-anak yang ia sukai. Selain itu, sepeda roda tiga, dan ‘balance beam’ yaitu sebuah balok yang ditaruh di tanah dimana balita Anda bisa melatih berjalan dan keseimbangannya pun sangat berguna untuk melatih saraf-saraf motoriknya.
      Pada akhirnya, ada berbagai macam mainan yang bisa berguna untuk membantu kecerdasan balita Anda. Pilihlah mainan yang sesuai dengan umurnya dan tidak hanya berguna untuk dimainkan tetapi juga menstimulasi kecerdasannya.

       Telah dibaca :
      blog counter


      Source : ibudanbalita.com
      Memilih Mainan Anak Yang Edukatif Baca selengkapnya...